|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Datangnya hujan lebat yg merontokkan buah yg hendak kita petik, merupakan petunjuk bagi kita..bahwa masih ada yg lebih berkuasa dan menentukan jalan hidup kita ini...jadi janganlah berputus asa.
(Mohammad Ichlas El Qudsi, S.Si. M.Si)
"Keharusan universal" adalah bahasa yang tepat, mewakili setiap gejala alam yang bersifat kausal. Dalam kekosongan iman, setiap persitiwa alam itu terkadang dimengerti sebagai peristiwa yang biasa-biasa saja. Namun tak difikirkankan disetiap peristiwa dan akibat-akibatnya selalu ada sebab "pertama" yang realitas yang paling tinggi "Robbul Alamin.
Daun yang kering kemudian berguguran, buah yang matang kemudia jatuh ketanah, adalah peristiwa gratfitasi alam. Namun dibalik gerak postiv murni itu, ada sebuah gerak rtans-substansial yang diyakini ada realitas tertinggi dibaliknya, menjadi penyebab gerak dari segala peristiwa gerak dan grafitasi.
Dengan demikian, maka otoritas logika memiliki batasan-batasan konsepsi pada alam material dan empirik belaka. Sementara kuasa Allah melampaui kedua aspek alam tadi. Hukum kausalitas (qauniyah) adalah suatu proses alam yang menghendaki agar manusia berfikir dengan rasionya. Namun hukum kodrati meniscayakan manusia berfikir dengan akal bathinnya. Jika tidak seperti itu, manusia akan me-Nuhankan logikanya sendiri, sementara logika manusia hanya akan benar bila bersandar pada alam kosmos yang material-empirik.
Hikmah dari kata-kata mutiara sebagaimana yang telah saya papar di atas, adalah pendalaman wilayah keyakinan kita pada sesuatu yang relatif dan seharusnya. Karena lebat hujan yang merontokkan buah yang hendak kita petik adalah wilayah profan yang serba relatif. Namun kenapa buah itu harus rontok dan harus jatuh dan ke bawah adalah hukum gerak mutlak dimana kodrati Tuhan berperan secara mutlak di dalamnya. Demikian pula manusia jangan sampai me-Nuhankan "ikhtiharnya" tanpa menyerahkan secara rendah hati segala ikhtihar itu kepada Allah. Sifat yang demikian hanya menjadikan manusia sebagai budak materi dan nafsu keduniaan.Oleh sebab itu, hikmah di atas mengajarkan kepada kita bahwa dibalik otoritas logika dan materi ada kuasa yang mengatur secara mutlak segala urusan dan amal usaha kita. |