|
Ditulis oleh Mohammad Ichlas El Qudsi, S.Si. M.Si
|
Judul buku : IMPERIALISME ABAD 21 Penulis : James Petras dan Henry Velt Meyer Penerbit : Kreasi Wacana Tebal : 358 Hal
Globalisasi merupakan suatu tema ekspansi negara-negara raksasa untuk menghegemoni negara-negara Miskin, termasuk negara dunia ketiga dan negara-negara Timur Tengah. Sejatinya, globalisme salah satu tema perluasan kepenguasaan ekonomi negara-negara pemilik modal besar terhadap negara-negara miskin. Hal ini dapat dideteksi dari beberapa bentuk hegemoni yang berakhir pada kekerasan militeristik dan pemberangusan rakyat sipil. HAM dan demokrasi yang saat ini tengah diusung sebagai simbol kepeduliaan terhadap kemanusiaan, tidak lebih dari jargon penindasan yang marak dipraktekkan oleh negara-negara superpower kapitalis dalam berbagai ekspansi ekonomi dan agresi militernya. Buku ini akan secara runut menguraikan apa sebenarnya ruang lingkup imperialisme di abad 21. Teori pembangunan neo-liberal tidak mengatakan sesuatu pun kepada kita tentang kemana arah keuntungan pembangunan mengalir. Dan dengan menunjukkan berbagai data yang lain, penulis berpendapat bahwa teori itu sesungguhnya mendang pembangunan dalam defenisi “perluasan ketidak adilan”. Wujud nyatanya bisa dilihat dalam kebijakan privatisasi. Kita tahu, privatisasi adalah salah satu agenda penyesuaian struktural yang selalu direkomendasikan IMF dan Bank Dunia bagi pil penawar krisi ekonomi di sauatu negara. Senyatanya, privatisasi adalahalat untuk menguasai sektor-sektor strategis dari satu negara agar jatuh ke tangan para memilik modal global. Hal ini akan terus berlanjut sampai negara hanya menguasai sebahagian kecil aset perekonomian dan tidak bernilai strategis. Dan negara yang melakukan langkah ini akan dipuji-puji sebagai negara demokratis dan mempunyai prospek pertumbuhan ekonomi yang cerah oleh lembaga peringkat kesejahteraan internasional Dalam buku ini kita juga bisa membaca bahwa saat ini dunia tengah didesain dengan agenda global menuju terbentuknya pasar global yang terkuasai. Tentu, di sini yang berkuasa sekarang bukan lagi politisi atau negarawan, tapi oleh bos pasar pemilik modal. Aparat pemerintah, militer, politisi dan kaum candikiawan. Segala usaha dikerahkan untuk merealisasikan agenda global mereka. Strategi dan konsep disusun untuk memuluskan jalan ini. Segala rintangan dan potensi perlawanan akan dihabisi jika perlu. Tidak peduli itu demokrasi, HAM, masyarakat sipil, kelompok bersenjata, agama bahkan Tuhan sekalipun. Disisi lain, dengan alasan masyarakat Sipil, para kapitalis inilah yang akan memanfaatkan dan mencaplok semua hak masyarakat ini demi kepentingan dirinya. Jika kekuasaan negara dan masyarakat sipil sekaligus ada di tangan satu golongan, siapa yang mampu melawannya? Buku ini mencoba membedah strategi kapitalisme global menggurita segala sistim sosial dan pemerintahan. Dengan suatu kupasan ideologi yang menarik, buku ini pun menguraikan niat bsusuk globalisasi denga mengusung jargon-jargon kemanusiaan yang juga merupakan entitas yang saat ini tengah diinjak-injak oleh mereka.
|